Pupuk Kompos VS Tiens Golden Harvest

…………….. setelah langkanya pupuk bersubsidi yang kerap kali diselewengkan – dampak dari diperdagangkan secara bebas sarana pertanian di era reformasi, keberadaan pupuk organi menjadi “obat penawar” ditengah carut marutnya pendistribusian pupuk. Pasalnya untuk menyiapkan pupuk kompos atau kandang, tidaklah sederhana dan semudah yang dibayangkan, termasuk biayanya.

Bahkan kalau dihitung – hitung, tidak ekonomis. Maklumlah untuk pengadaan pupuk kompos, tidak kecil. Bukan sekedar satu kantong plastic, ataupun satu sak semen (50 kg). Melainkan dalam kapasitas besar. Ambil contoh, untuk satu hektar saja, membutuhkan 7 ton pupuk maupun kandang. “Persoalannya, kemana mencari 7 ton pupuk kompos itu?” berapa ongkos angkutnya…?

Tabel 1 : Perbadingan Hasil Panen

Tiens Golden Harvest, bisa menjadi solusi dan lebih ekonomis, Alasannya, satu hektar sawah itu hanya membutuhkan 6 liter pupuk cair Tiens Golden Harvest. “Jadi, satu liter Golden Harvest itu, kemampuannya lebih dari 1 ton kompos”. Alhasil, dibandingkan pupuk kompos, maka Tiens Golden Harvest, jauh lebih ekonomis. Itu baru hanya dari segi hitung – hitungan kocek. Belum lagi dari cara kerjanya, dimana Tiens Golden Harvest mempunyai sisi plus.

Pupuk kompos, ketika diberikan kesawah, bukan berarti komposnya dimakan oleh akar tanaman. Tapi, dengan harapan, kompos itu mendatangkan bakteri. Nah bakteri itulah yang bekerja mengelola kompos jadi makanan untuk tanaman. Lagi pula, berapa banyak bakteri yang dating, itu tidak bisa dihitung dengan matematika. Ketimbang harusseperti itu, makan jalan pintas pun dilakukan : mendatangkan bakteri yang siap bekerja, sehingga tidak menunggu datangnya kompos. “Itulah yang dilakukan Tiens Golden Harvest, medatangkan bakteri yang siap bekerja”.

Table 2 : Perbandingan Biaya (Cost)

Luar biasanya, Tiens Golden Harvest ini, bukanlah produk impor. Melainkan hasil pengembangan penelitian anak bangksa, Dr. Lukman Gunarto A.P.U seorang peneliti senior yang pernah lama bekerja sebagai peneliti Internasional Rice Reseach Institute di Philipina dan juga peneliti di Jepang.

Riset teknologi ini dimulai 23 tahun lalu, tepatnya 1985. Setelah melalui berbagai uji potensi microba unggul, akhirnya 1996, terpilih microba unggul yang dikemas dalam teknologi Agricultural Growth Promoting Inoculant (AGPI). Setahun kemudian, 1997, dilakukan uji coba terhadap teknologi tersebut. “Karena hasilnya menggembiarakan maka 1998 pupuk ini diperdagangkan secara komersil lewat SMS Indoputra”, Juni2008 lalu, pupuk ini resmi dipasarkan lewat Network Marketing, khususnya Tianshi, dengan nama Tiens Golden Harvest.

11 Tanggapan so far »

  1. 1

    Roybes dani saragih said,

    Selain untuk pengganti kompos,Cocok tidak produk ini untuk membasmi hama pada tanaman cabe dan gmana cara penggunaanya.

    • 2

      untuk membasmi hama tidak bisa pak Roybes Dani Saragih. Untuk penggunaan pupuk tgh pda cabe :
      SEBELUM TANAM
      1. Untuk tanah yang siap tanam,sebaiknya dilakukan penyemprotan 3 hari sebelum tanam
      2. Lakukan penyemprotan di pagi hari atau sore hari sehingga meresap ke tanah tidak kering oleh sinar.
      3. 1 Liter pupuk cukup dengan 1/2 hektar.

      SETELAH TANAM
      Sebenarnya cukup mengikuti ritme penggunaan pupuk kimia yang biasa, sambil perlahan mengurangi penggunaan pupuk kimia tersebut, karena tidak bisa langsung diputus. Perlu diingat sebaiknya sebelum menggunakan pupuk kimia, lebih baik 5 hari sebelum saat penggunaan pupuk kimia gunakan pupukTGH.

      1. Lakukan penyemprotan di pagi hari atau sore hari sehingga meresap ke tanah tidak kering oleh sinar.
      2. 1 Liter pupuk cukup dengan 1/2 hektar.
      3. Penyemproran sebaiknya ke tanah.

  2. 3

    meutia said,

    aslkm..
    saya mau nanya, jika untuk tanaman pemberian TGH ini di berikan setiap 15 hari setelah tanam..
    sebenar’a apa sih pengaruh’a jika TGH ini diberikan berlebihan atau kurang dari interval tsb???
    keuntungan dan kerugian’a itu bagaimana??
    terima kasih🙂

  3. 5

    thomas said,

    cara pemberian untuk tanaman kentang, wortel, sawi bagaimana? trima kasih

  4. 7

    Swanti said,

    Salam sejahtera,pak Eri?

    pak,saya mau tanya aplikasi untuk tambak ikan
    terutama u/ikan Nilla/Mujair
    kira2 aplikasinya bgmn?
    truz bgmn u/pakan ayam potong.
    thx be4

  5. 8

    Swanti said,

    Salam Sukses,pak Erianto?
    Pekenalkan nama saya Swanti dari Pekanbaru-Riau
    Saya sgt tertarik dgn blog pak Eri
    krn informasi yg ditampilkan sgt lengkap

    Maka dari itu,saya ingin meminta pendapat dr pak Eri
    beberapa waktu lalu, di Riau kita ada coba pake TGH u/lahan kacang panjang
    tp ternyata hslnya tidak memuaskan dr segi buahnya
    kl u/daun nya memang lebih lebat dr biasanay,tp u/kacang pjg nya hslnya krg bgs
    mengapa begitu y,pak?
    thx u/infonya

  6. 9

    dguntoro said,

    Saya inginkan informasi TGH lebih jauh.
    Adakah kelompok pengguna TGH yang sudah berhasil dan seberapa jauh peningkatannya ??

  7. 10

    aindra Hulu said,

    KlompokTani di Nias binaan HKTI Nias Sumut sudah mulai banyak mengenal pupuk organik Golden Harvest ini. Dan pada bulan September 2008 ini kerja sama antar Group salah satu jaringan Tiansi dengan HKTI Nias akan membuat demplot (kebun percontohan} seluas setengah HA setiap Kecamatan di Nias, khusus untuk tanaman yang cepat menghasilkan seperti cabe, terong, singkong, jagung, dan tomat. Klompok tani sedang mengolah tanahnya dan pada akhir September ini akan diadakan peresmian dengan penanaman secara simbolis oleh Tiens Group dengan HKTI Nias.Demplot ini diprakarsai oleh Bapak Hendrik,Apri, David dan Bu Leny dari Tiens group dengan Bpk Drs.Sokhiatulo Laoli,B.Desman Hulu dan Hamdan Telaumbanua, SH dari HKTI Nias.
    Terima kasih Kpd Pak Malango, sekaligus kami undang datang ke Nias pada waktu itu nanti.Kalau ini berhasil maka petani Indonesia khususnya Nias bisa jadi lebih sejatera dan kembali menjadi penghasil beras di Sumut.Horas bah..

  8. 11

    sintanauli said,

    Pak Malango, kami sangat tertarik tentang pupuk kompos ini. Kelompok tani kami pingin informasi lebih banyak tentang produk ini, dan pingin mencobanya pada musim tanam yang akan datang ini (Nopember). Namun kami tidak mendapatkan informasi tentang harganya. Pak Malango mungkin memahami sifat petani subsisten yang sulit menerima suatu inovasi baru. Horas ma ate. (sintanauli@yahoo.co.id)


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: