Archive for Maret, 2009

Lebatkan mangga dengan TGH

Anda Bertanya : Saya petani mangga di Pemalang, tapi kebun saya kurang produktif, pertanyaan saya :

  1. Bagaimana aplikasi dan dosis pemupukan, serta penggunaan Pupuk Tiens Golden Harvest agar mangga produktif
  2. Apakah penyerbukan buatan bisa dilakukan misalnya dengan hormone, bagaimana caranya?

Fakhtur Rohmana, Jawa Tengan, Kec. Pemalang

Kami Menjawab :

  • Mangga yang tidak produktif bisa disebabkan beberapa hal misalnya karena daun terlalu lebat, jarak tanam terlalu rapat, tanaman keracunan air tanah yang asin atau penyerbukan yang tidak sempurna. Walaupun demikian coba beri pupuk NPK (16-16-16) biru (mutiara) sebanyak 0,25-1,0 kg per pohon (tergantung besar dan umur tanaman). Kemudian 5 hari setelah penggunaan pupuk NPK gunakan pupuk Tiens Golden Harvest (TGH) dengan cara menyiram pada lobang yang disediakan, dosis 250cc perlobang, 1 liter pupuk TGH dicampur dengan air 50liter. Baca Panduan Teknis Penggunaan TGH jilid 2.

  • Penyerbukan buatan pada mangga tidak perlu dilakukan. Penyerbukan lebih baik alami, karena lebih murah. Namun yang perlu diperhatikan adalah lalat hijau atau lalat madu jangan sampai berada dikebun. Pemeliharaan lebah madu di kebun sangat dianjurkan. Apabila ingin menyemprotkan hormon, dapat dicoba hormone ANA (Asam Naftalen Asetat) konsentrasi 100ppm (100mg/liter air) dapat disemprotkan pada saat bunga mekar (tiap tandan bunga disemprot sampai basah), Trubus 452 . NAA dapat dibeli ditoko pupuk pertanian.

Comments (14) »

Perkuat Bisnis Dengan TGH

Di Penghujung 2008 Kantor Cabang Tiens Jawa Barat mengadakan Training pupuk Tiens Golden Harvest (TGH) di dua kota, Cirebon (27/12) dan Kuningan (28/12). Pembicara Bpk. Henry, Trainer Asia Pasifik, yang terkenal handal memberikan Training. Di Cirebon acara berlangsung di Hotel Jamrud dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang. Dikuningan, Antusiasme peserta mengikuti training tak kalah dari Cirebon. Ini menunjukkan secara perlahan TGH mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Karena itu jangan tunda lagi, mari dayagunakan TGH sebagai bisnis baru atau memperkuat bisnis Anda ke Depan.

Di awal tahun, informasi tentang pupuk TGH terus dilanjutkan ke Jawa Timur sekitar tanggal 13-17 Januari 2009. Dengan berturut – turut di 5 kota, berikut ini cuplikan beritanya.


Tidak mau kalah dengan cabang Palangka Raya, juga di Muara teweh dihadiri dari 200 orang lebih.

Antusias masyarakat, untuk mengetahui aplikasi tentang Tiens Golden Harvest sangat tinggi, karena mereka ingin mendapatkan 2 keuntungan secara bersamaan yaitu Peningkatan hasil tanaman dan Keuntungan Bisnis yang mereka dapatkan setelah menjadi User / Distributor Tiens Golden Harvest (baca untuk menjadi Distributor).

Sekarang juga sudah bisa mendaftar secara Online

Leave a comment »

Hasil Panen Kacang Panjang dan Bayam Cabut saya meningkat

Demikianlah ungkapan senang sekaligus bangga dari Bapak Sumar. Beliau adalah seorang petani sayuran yang berasal dari Kecamatan Muara Taweh kabupaten Barito Utara Propinsi Kalimantan Tengah.

Sebelum dilanjutkan testimoni terhadap kacang panjang dikaltim, berikut ini ada kiriman video>

Lahan bapak Sumar terletak di KM 4,5 jalah arah Puruk Cahu. Luas lahannya kurang lebih ¼ hektar. Lahan selebar ini digunakan untuk menanam 2 macam sayuran yaitu kacang panjang dan bayam cabut. Setelah panen Bapak Sumar akan menjual hasilnya kepada pedagang sayur yang memang pedagang sayur yang menampung sayur dari petani – petani di sekitar Muara Taweh.

Setiap 10 hari sekali Bapak Sumar memupuk tanaman sayurannya dengan pupuk urea dan phospat. Untuk keseluruhan lahan beliau menggunakan sekitar 10kg urea dan phospat sekali tabor. Artinya untuk sekali musim tanam beliau membutuhkan sekitar 30kg pupuk. Hasil panen yang diperoleh untuk tanaman kacang panjang 2-3 kg sekali musim tanam. Sedangkan untuk tanaman bayam cabut hasil panennya dihargai Rp. 500 / ikat.

Sayangnya untuk sekali musim tanam Bapak Sumar hanya mampu panen sekali. Masalah berikutnya muncul ketika tanah beliau dari waktu – kewaktu menjadi keras. Pada hal topografi di Muara Teweh berbukit – bukit sehingga semakin menyulitkan untuk mengolah lahan. Beliau kemudian diperkenalkan dengan Tiens Golden Harvest (TGH) oleh Distributor Tiens. Kemudian beliau mencoba untuk tanaman sayur miliknya. TGH di encerkan dalam air dan disemprotkan ke tanaman pada sore hari tiap 10 hari sekali.

Leave a comment »

Aplikasi Tiens Goldeh Harvest

Aplikasi pupuk Tiens Golden Harvest (TGH) sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah di Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Lahan yang diuji coba adalah lahan milik Bapak Anto binaan dari Bpk Jamal Jarammang Distributor Sulawesi. Lahan ini terletak di Bunu Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.

Sebelum menggunakan TGH Bapak Anto memerlukan bibit sebanyak 500 kg untuk kurang lebih ½ hektar lahan dan biaya yang harus disiapkan sebanyak kurang lebih 30 juta. Biaya sebesar ini termasuk dengan pembibitan, pemeliharaan, dan biaya panen.
Pupuk kimia yang digunakan adalah :
– Urea : 6 Zak
– KCl : 2 Zak
– Ponska : 2 Zak
– Pupuk TSP : 3 Zak

Hasil panen yang diperoleh dengan biaya sebesar Rp. 30 juta adalah 3,3 ton. Kemudian bapak Anto diperkenalkan dengan TGH. Bersamaan dengan penggunaan TGH sebanyak 3 liter pupuk kimia yang digunakan adalah :
– Urea : 1 Zak
– KCl : 1 Zak
– Ponska : 1 Zak
– Pupuk TSP : 2 Zak

Pada saat tanaman bawang merah berusia 40 hari hadir Drs. Banna PS. Beliau adalah Ketua Harian Tani Indonesia untuk wilayah Kabupaten Enrekang. Drs. Banna PS ikut menyaksikan pertumbuhan tanaman bawang merah yang luar biasa.

Biaya yang dibutuhkan dari pembibitan sampai dengan panen jauh berkurang. Sekarang ini biayanya adalah 12 juta dengan hasil panen yang meningkat hingga lebih dari 5 ton sekali musim.

Bapak Anton masih memiliki kurang lebih ½ hektar lahan lagi yang sudah lama tidak digunakan. Kondisi lahan ini sangat keras karena adanya penumpukan residu dari pupuk kimia. Beberapa kali Bapak Anto mencoba untuk menanaminya dengan tanaman bawang merah dan jagung namun tanaman ini tidak dapat tumbuh apalagi menghasilkan. Kemudian bapak Anto mengolah kembali lahan ini dan mengaplikasikan 5 liter TGH. Bersamaan dengan TGH Bapak Anto memerlukan :
– Bibit bawang merah : 600kg
– Urea : 4 zak
– Ponska : 1 zak
– KCl : 25 kg
– Pupuk Bambu Ijo : 1 zak
– TSP : 3 Zak

Biaya yang diperlukan mulai dari persiapan lahan, penanaman, bibit dan obat – obatan hanya berkisar 13 juta. Tepat pada tanggal 7 Januari 2009 diadakan panen raya. Bapak Anto tidak menyangka lahan yang awalnya tidak bisa dimanfaatkan sekarang justru menghasilkan. Bahkan hasilnya panennya mencapai 4 ton 2 kwintal.

Hasil Panen Kacang Panjang dan Bayam Cabut saya meningkat

Demikianlah ungkapan senang sekaligus bangga dari Bapak Sumar. Beliau adalah seorang petani sayuran yang berasal dari Kecamatan Muara Taweh kabupaten Barito Utara Propinsi Kalimantan Tengah.

Lahan bapak Sumar terletak di KM 4,5 jalah arah Puruk Cahu. Luas lahannya kurang lebih ¼ hektar. Lahan selebar ini digunakan untuk menanam 2 macam sayuran yaitu kacang panjang dan bayam cabut. Setelah panen Bapak Sumar akan menjual hasilnya kepada pedagang sayur yang memang pedagang sayur yang menampung sayur dari petani – petani di sekitar Muara Taweh.

Setiap 10 hari sekali Bapak Sumar memupuk tanaman sayurannya dengan pupuk urea dan phospat. Untuk keseluruhan lahan beliau menggunakan sekitar 10kg urea dan phospat sekali tabor. Artinya untuk sekali musim tanam beliau membutuhkan sekitar 30kg pupuk. Hasil panen yang diperoleh untuk tanaman kacang panjang 2-3 kg sekali musim tanam. Sedangkan untuk tanaman bayam cabut hasil panennya dihargai Rp. 500 / ikat. Sayangnya untuk sekali musim tanam Bapak Sumar hanya mampu panen sekali. Masalah berikutnya muncul ketika tanah beliau dari waktu – kewaktu menjadi keras. Pada hal topografi di Muara Teweh berbukit – bukit sehingga semakin menyulitkan untuk mengolah lahan. Beliau kemudian diperkenalkan dengan Tiens Golden Harvest (TGH) oleh Distributor Tiens. Kemudian beliau mencoba untuk tanaman sayur miliknya. TGH di encerkan dalam air dan disemprotkan ke tanaman pada sore hari tiap 10 hari sekali.

Comments (4) »