Aplikasi Tiens Goldeh Harvest

Aplikasi pupuk Tiens Golden Harvest (TGH) sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah di Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Lahan yang diuji coba adalah lahan milik Bapak Anto binaan dari Bpk Jamal Jarammang Distributor Sulawesi. Lahan ini terletak di Bunu Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.

Sebelum menggunakan TGH Bapak Anto memerlukan bibit sebanyak 500 kg untuk kurang lebih ½ hektar lahan dan biaya yang harus disiapkan sebanyak kurang lebih 30 juta. Biaya sebesar ini termasuk dengan pembibitan, pemeliharaan, dan biaya panen.
Pupuk kimia yang digunakan adalah :
– Urea : 6 Zak
– KCl : 2 Zak
– Ponska : 2 Zak
– Pupuk TSP : 3 Zak

Hasil panen yang diperoleh dengan biaya sebesar Rp. 30 juta adalah 3,3 ton. Kemudian bapak Anto diperkenalkan dengan TGH. Bersamaan dengan penggunaan TGH sebanyak 3 liter pupuk kimia yang digunakan adalah :
– Urea : 1 Zak
– KCl : 1 Zak
– Ponska : 1 Zak
– Pupuk TSP : 2 Zak

Pada saat tanaman bawang merah berusia 40 hari hadir Drs. Banna PS. Beliau adalah Ketua Harian Tani Indonesia untuk wilayah Kabupaten Enrekang. Drs. Banna PS ikut menyaksikan pertumbuhan tanaman bawang merah yang luar biasa.

Biaya yang dibutuhkan dari pembibitan sampai dengan panen jauh berkurang. Sekarang ini biayanya adalah 12 juta dengan hasil panen yang meningkat hingga lebih dari 5 ton sekali musim.

Bapak Anton masih memiliki kurang lebih ½ hektar lahan lagi yang sudah lama tidak digunakan. Kondisi lahan ini sangat keras karena adanya penumpukan residu dari pupuk kimia. Beberapa kali Bapak Anto mencoba untuk menanaminya dengan tanaman bawang merah dan jagung namun tanaman ini tidak dapat tumbuh apalagi menghasilkan. Kemudian bapak Anto mengolah kembali lahan ini dan mengaplikasikan 5 liter TGH. Bersamaan dengan TGH Bapak Anto memerlukan :
– Bibit bawang merah : 600kg
– Urea : 4 zak
– Ponska : 1 zak
– KCl : 25 kg
– Pupuk Bambu Ijo : 1 zak
– TSP : 3 Zak

Biaya yang diperlukan mulai dari persiapan lahan, penanaman, bibit dan obat – obatan hanya berkisar 13 juta. Tepat pada tanggal 7 Januari 2009 diadakan panen raya. Bapak Anto tidak menyangka lahan yang awalnya tidak bisa dimanfaatkan sekarang justru menghasilkan. Bahkan hasilnya panennya mencapai 4 ton 2 kwintal.

Hasil Panen Kacang Panjang dan Bayam Cabut saya meningkat

Demikianlah ungkapan senang sekaligus bangga dari Bapak Sumar. Beliau adalah seorang petani sayuran yang berasal dari Kecamatan Muara Taweh kabupaten Barito Utara Propinsi Kalimantan Tengah.

Lahan bapak Sumar terletak di KM 4,5 jalah arah Puruk Cahu. Luas lahannya kurang lebih ¼ hektar. Lahan selebar ini digunakan untuk menanam 2 macam sayuran yaitu kacang panjang dan bayam cabut. Setelah panen Bapak Sumar akan menjual hasilnya kepada pedagang sayur yang memang pedagang sayur yang menampung sayur dari petani – petani di sekitar Muara Taweh.

Setiap 10 hari sekali Bapak Sumar memupuk tanaman sayurannya dengan pupuk urea dan phospat. Untuk keseluruhan lahan beliau menggunakan sekitar 10kg urea dan phospat sekali tabor. Artinya untuk sekali musim tanam beliau membutuhkan sekitar 30kg pupuk. Hasil panen yang diperoleh untuk tanaman kacang panjang 2-3 kg sekali musim tanam. Sedangkan untuk tanaman bayam cabut hasil panennya dihargai Rp. 500 / ikat. Sayangnya untuk sekali musim tanam Bapak Sumar hanya mampu panen sekali. Masalah berikutnya muncul ketika tanah beliau dari waktu – kewaktu menjadi keras. Pada hal topografi di Muara Teweh berbukit – bukit sehingga semakin menyulitkan untuk mengolah lahan. Beliau kemudian diperkenalkan dengan Tiens Golden Harvest (TGH) oleh Distributor Tiens. Kemudian beliau mencoba untuk tanaman sayur miliknya. TGH di encerkan dalam air dan disemprotkan ke tanaman pada sore hari tiap 10 hari sekali.

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    pupuk organik, Kesuburan berkurang krn pemakaian pupuk kimia, beralihlah ke pupuk organik , dgn pemakaian yg bijaksana & sesuai kebutuhan, gunakan pupuk organik, selamatkan bumi tanah air.

  2. 2

    selmi said,

    mat sore,bagaimana cara pemberian pupuk TGH pada tanaman bayam apabila bayam ditanam di dalam polibeg yang berukuran 25cm x 40cm?makasih atas infonya

  3. 3

    Dewi Natalia said,

    TGH ni pupuk organik khan. harusnya pupuk yang bagus adalah tanpa bahan kimia karena dampaknya bagi tanah juga perlu diperhatikan, jangan ngurusin ego mlulu, ngejar hasil yang bagus, tapi kondisi tanahnya ga diurus.

    • 4

      Setuju bu Dewi Natalia…
      Sama seperti manusia tidak bisa pake herbal saja karena makanan di dunia ini sudah ada bahan kimia, jadi bagaimanapun tetap membutuhkan dokter. Jadi sama dengan tanah, yang selama ini sudah menggunakan Pupuk Kimia, tiba-tiba menggunakan Organik saja, saya pikir mustahil. Justru itu silahkan gunakan TGH, mulai kurangi penggunaan kimianya. salam


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: