Posts tagged Agrobost

Kekuatan Jaringan (Networking)

Banyak orang bertanya “Mengapa Pupuk Tiens Golden Harvest” penjualannya harus menggunakan jaringan?

Jawabannya adalah karena dengan jaringan bisa “DUPLIKASI seperti “FINANCIAL FREEDOM ala Tukang Becak vs Howard Schultz (Starbucks)

THINK OUT OF THE BOX !

Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Berapa besar space yang ada “di dalam box” tsb ? Relatif.
Berapa besar space yang ada “di luar box” tsb.? WOW! No Limit.

Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia entrepreneurship (ttg modal
usaha, skill, keberanian untuk memulai usaha, dst,dst).
Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan bisnis
setiap hari setelah 10 tahun berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi
seorang

TUKANG BECAK tamatan SD yang sudah mencapai “financial freedom” setelah
bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dgn “passive income” Rp.9
juta/bulan!!!

Becak ke-1 :
Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp.30,000/hari.
Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp.30,000/hari.
Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya  Rp.12 juta/unit.

Becak Ke-2 :
Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari.
Sementara ia tetap menarik becak pertamanya.
Sekarang ia bisa menabung Rp 60,000/hari.
Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.

Becak Ke-3 :
Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 90,000/hari.
Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.

Becak Ke-4 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.120,000/hari.
Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-5 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 150,000/hari.
Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-6 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 180,000/hari.
Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-7 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 210,000/hari.
Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-8 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 240,000/hari.
Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-9 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 270,000/hari.
Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-10 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 300,000/hari.
Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.

Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak.
Ia sewakan becak pertamanya ke orang lain.
Ia lalu menggaji seorang “mandor” untuk mengurusi ke-10 becak- nya.
Ia PENSIUN.
Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor).
Jika ditotal semua usahanya tersebut hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.

===================

Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis.
Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya.
Ini LOGIS, dan bisa terjadi.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu?
Mungkin 1 banding 10 juta.
Tetapi ADA.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah?
Buanyyaaakkk…. sekali.

=====================

Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari.
Kontras sekali bukan ?

=====================

THINK OUT OF THE BOX.

Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Kunci kesuksesannya terletak pada “duplikasi”.
Ini rahasianya : “Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tsb.”
Contoh : Ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan asset tsb, dst.

KUNCI UTAMA LAINNYA adalah :
Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untuk menghasilkan uang, lakukan terus berulang2, setelah penghasilannya sudah cukup besar, barulah hidup bersenang2.

=====================

Mari berhitung matematika.
Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini, mana yang Anda pilih?

1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/ bulan Rp.100 juta.
2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama Cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan.

Pilih mana ????

Jawabannya :

Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp.2,4 Milyar

Option II :
Bulan ke-1 : Rp.   1000
2.            2000
3.            4000
4.            8000
5.         16,000
6.         32,000
7.         64,000
8.       128,000
9.       256,000
10.       512,000
11.    1,024,000
12.            2 juta
13.            4 juta
14.            8 juta
15.          16 juta
16.          32 juta
17.          64 juta
18.        128 juta
19.        256 juta
20.        512 juta
21.        1 milyar
22.        2 milyar
23.        4 milyar
24.        8 milyar

Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR!!!

Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Eintein seperti rumus kekuatan bom atom spt “E=MC2”, dst.
Tetapi tidak diajarkan bahwa “kekuatan duplikasi” juga dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan “Kekuatan duplikasi adalah keajaiban dunia ke delapan.”

=======================

FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks)

Bayangkan seorang pengusaha jenius sekaliber Schultz (ia baru dijuluki pengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang).

Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-experience) berharga luar biasa mahal.
Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC.
Ia pandai pula memanfaatkan media sebagai “public relation” untuk mempromosikan Starbucks.
Ia pandai pula membangun partnership dgn perusahaan global seperti Pepsi, dst.

Hasilnya LUAR BIASA.
Dengan kekuatan “KONSEP DUPLIKASI“, kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di tahun 2006, tersebar di seluruh dunia.
Dan terus berlipat GANDA setiap tahun sampai sekarang…. .

Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN.
Di tahun 2000, ia menggaji seorang “mandor” utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia.
Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren “CEO” bernama Orin C. Smith.

Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai “financial freedom”.
Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas dunia.
Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai “financial freedom” walaupun hanya di kelas regional saja.

==================

Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1 secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak (SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas).
Mari kita ambil hikmahnya.
Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5 tahun mendatang.

Bila Anda bermurah hati, artikel ini bisa dikutip untuk di sharing ke berbagai pihak, teman2 Anda, rekan2 kerja, famili2, ataupun disharing pada milis2 lainnya.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Semoga kisah Starbucks2 lain bermunculan di bumi Indonesia dalam 5 tahun mendatang. Pastikan anda menjadi salah satu Distributor yang bisa melakukan duplikasi yang sama seperti mereka. Kesempatan terbuka lebar buat kita semua.

Comments (3) »

Keuntungan Distributor

Dapatkan beberapa keuntungan (bonus) menjadi Distributor Tien Golden Harvest antara lain :

  1. Bonus Eceran 15%, Distributor seluruhnya diperkenankan membeli dengan harga distributor yang nilainya ± 15% di bawah harga konsumen.
  2. Bonus Perkembangan langsung (28% dan 37%), bonus yang diperoleh seorang distributor atas keberhasilannya membuka distributor baru di seluruh daerah Indonesia, untuk Distributor Level-2 mendapat Bonus Perkembangan 28% dan Distributor Level-3 mendapat Bonus Perkembangan 37%.
  3. Bonus Prestasi Langsung, bonus yang diterima dari transaksi setelah Basic Sales. Untuk Distributor Level-2 mendapatkan Bonus Prestasi 5% dan Distributor Level-3 mendapatkan Bonus Prestasi 20%. Basic Sales= Rp.500.000,- atau 500BV dimana 1BV=Rp.1.000,-
  4. Reward, akan diberikan kepada Distributor yang sudah berprestasi tetapi berpeluang yang sama kepada semua Distributor Golden Harvest

Hal ini tidak sulit, sehingga semua orang bisa melakukannya dan mempunyai kepentingan yang sama bagi semua orang yang mau menjadi Distributor Tiens Golden Harvest untuk mendapatkan bonus tersebut. Dengan Tahapan Tidak Turun dan Omzet Diakumulasi tanpa batas waktu serta kualitas produk diakui dan telah mendapat Rekor MURI.

  • Tahapan Tidak Turun artinya Level Distributor tidak pernah diturunkan dari Level II ke Level 1 atau dari Level III ke Level II atau apapun caranya kalau sudah berada pada Level tertentu tidak bisa diturunkan.
  • Omzet Diakumulasi tanpa batas waktu artinya Untuk mencapai Level II dan III itu diakumulasi sesuai dengan jumlah pembelanjaan pupuk Tiens Golden Harvest yang dilakukan oleh Distributor tanpa batas waktu.

Ingat aja setiap pembelanjaan anda tumpuk terus tanpa batas waktu


Contoh kasus :

Anda berada di Distributor Level-II mengembangkan bisnis anda dengan membuka cabang satu cabang dengan Distributor Level-II sama seperti Anda, maka Anda akan mendapatkan:

Bonus Perkembangan 28 % x Rp.500.000,- = Rp.140.000,-


Anda berada di Distributor Level-II mengembangkan bisnis anda dengan membuka cabang satu cabang dengan Distributor Level-III maka Anda Distributor Level-II akan mendapatkan:

Bonus Perkembangan 28 % x Rp.500.000,- = Rp.140.000,-

Bonus Prestasi 5 % x Rp. 1.500.000,- = Rp.75.000,-

Jadi Total yang Anda dapatkan saat Distributor Level-II berhasil mengembangkan dengan membuka Cabang Distributor Level-iii sebesar Rp. 215.000,- (Dua ratus lima belas ribu rupiah). Bagaimana jika anda bisa membuka cabang 50 cabang? Kalikan saja dengan Rp. 215.000,- x 50 orang.


Anda berada di Distributor Level-III mengembangkan bisnis anda dengan membuka cabang satu cabang dengan Distributor Level-III maka Anda Distributor Level-III akan mendapatkan:

Bonus Perkembangan 37 % x Rp.500.000,- = Rp.185.000,-

Bonus Prestasi 20 % x Rp. 1.500.000,- = Rp.300.000,-

Jadi Total yang Anda dapatkan saat Distributor Level-II berhasil mengembangkan dengan membuka Cabang Distributor Level-iii sebesar Rp. 485.000,- (Empat ratus delapan puluh lima ribu rupiah). Bagaimana jika anda bisa membuka cabang 50 cabang? Kalikan saja dengan Rp. 485.000,- x 50 orang.

Leave a comment »

Menggunakan Golden Harvest

KH Lutfi Ahmad, Jember, Jawa Timur
Saya sudah menggunakan Tiens Golden Harves tiga tahun berturut-turut untuk padi, kedelai, sengon dan pohon balsa. Dulu saya hanya panen 6,5 ton/Ha, sekarang menjadi 8,4 ton/Ha. Harga pupuk ini paling murah dibanding pupuk organik lain.

Thohari, Subang, Jawa Barat
Saya guru SD nyambi bertani padi, rasanya baru sekarang bisa menikmati dari menanam padi. Selain biayanya hemat, hasilnya meningkat karena memakai Tiens Golden Harves. Yang ingin belajar silahkan hubungi, saya dengan senang hati membagi pengalaman.

KUD Tani Makmur, Purwono, Lamongan, Jawa Timur
Saya baru kali ini menemukan pupuk yang luar biasa. Anakan padi menjadi lebih banyak, tahan penyakit dan sawah tidak tumbuh rumput/gulma. Hampir seluruh anggota KUD Tani Makmur sudah mengurangi pupuk kimia (SP 36, Urea, dan KCl) 50% dan mengganti dengan Tiens Golden Harves.

Comments (1) »

MANFAAT TEKNOLOGI AGPI

MANFAAT TEKNOLOGI AGPI (Agricultural Growth Promoting Inoculant)
TIENS GOLDEN HARVEST Pupuk Hayati Ramah Lingkungan

Manfaat Teknologi Golden Harvest (AGPI)

Memperbaiki sifat kimia , fisika dan biologi tanah sehingga struktur dan tekstur tanah menjadi serasi dan sehat, yang berarti dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman.

  • Dirancang untuk menetralisir atau mengurai faktor penghambat yang menyebabkan unsur hara yang terikat, sehingga perimbangan unsur hara tanah bersifat makro dan mikro tersedia lebih sempurna.
  • Bertujuan untuk meningkatkan kinerja enzim dan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan untuk penyuburan tanah dan tanaman. Proses fotosintesa pada tanaman menjadi meningkat, sehingga bulir/benih/umbi/buah lebih padat berisi.
  • Hemat penggunaan pupuk kimia hingga 50% sehingga dapat mengurangi biaya pembelian pupuk (baca Pupuk Organik). Meningkatkan produksi sekaligus mutu hasil pertanian.
  • Ramah lingkungan, dapat menguraikan sisa pestisida yang jatuh di tanah. Kandungannya bahan organic yang tidak meninggalkan residu. Kesuburan lahan pertanian selalu terjaga.

Hara yang diperoleh dari penggunaan Teknologi Golden Harvest sebanyak 6 liter untuk 1 hektar adalah :

  • Nitrogen (n2), sebanyak 90 kg. Hasil kerja dari mikroba penambat N dari udara (Lactobacillus sp, Azotobacter sp, Azospirillum sp).
  • Phosphat (P), sebanyak 50 kg. Hasil kerja dari mikroba pelarut phospat (melepaskan P dari ikatan mineral liat tanah).
  • Kalium (K), sebanyak 50 Kg. Hasil kerja dari mikroba selulotik.

Mikroorganisme tanah Teknologi Golden Harvest

  1. Azotobacter SP, Berfungsi untuk melindungi atau menyelimuti hormon tumbuh yang dalam Golden Harvest dan juga berfungsi sebagai mikroba penambat N (nitrogen) dari udara bebas.
  2. Azoospirilium SR Berfungsi sebagai penambat N (Nitrogen) dari udara bebas untuk diserap oleh tanaman.
  3. Mikroba Selulolitik Menghasilkan enzim selulose yang berguna dalam proses pembusukan bahan organic.
  4. Mikroba Pelarut Fosfat Berfungsi untuk melarutkan fosfat yang terikat dalam mineral Hat tanah menjadi senyawa yang mudah diserap oleh tanaman, selain itu dapat membantu proses dekomposisi. Pseudomonas sp dapat menghasilkan enzim pengurai yang disebut lignin dan berfungsi juga untuk memecah mata rantai dari zat-zat kimia yang tidak dapat terurai oleh mikroba lainnya.
  5. Lactobacillius SP berfungsi untuk membantu proses fermentasi bahan organic menjadi senyawa – senyawa asam laktat yang dapat diserap tanaman.

Comments (4) »

Tanya tentang Tiens Golden Harvest

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan mengenai Teknologi Golden Harvest yang sering dilontarkan oleh para petani/pekebun yang kami rekam dan kemudian kami sajikan pada website ini, dengan harapan dapat menjadi pengetahuan dan manfaat bagi para pembaca/pengunjung website kami khususnya dan para petani pada umumnya.

# Apa itu Golden Harvest Teknologi?

Teknologi berwawasan lingkungan dalam bidang pertanian yang berguna untuk menyuburkan tanah dan tanaman serta menjaga keseimbangan sifat fisik, kimia dan biologi tanah, dengan menggunakan mikroorganisme indegenous.

# Teknologi ini menggunakan media apa?

Kami menamakan Golden Harvest, berbentuk cairan yang dibuat dalam laboratorium mikrobiologi dengan teknologi AGPI (Agricultural Growth Promoting Inoculants) kemudian dengan peralatan khusus formula ini diperbanyak, sehingga kecil kemungkinan dapat dipalsukan.

# Apa kandungan formula Golden Harvest itu?

Hormon tumbuh IAA (Indole Acetic Acid), Azospirillum sp, Azotobacter sp, Mikroba pelarut P, Lactobacillus sp, Mikroba pendegrasi selulosa. Mikroba tersebut merupakan mikroba indigenous, yaitu mikroba tanah setempat yang sangat berguna untuk penyubur tanah secara biologi. Selain itu terdapat beberapa unsur lain yang tidak kami tampilkan (Rahasia Perusahaan) terdapat dalam Golden Harvest sehingga menjadikan Golden Harvest ini memiliki keunggulan dari produk sejenis lainnya.

#Apa fungsi dari unsur-unsur tersebut?

Hormon tumbuh berfungsi untuk memacu pertumbuhan akar, batang dan daun serta buah, terdapat mikroorganisme penambat Nitrogen, mikroba pelarut phosphor dan pendegrasi selulosa, selain itu berfungsi juga untuk memudahkan penyerapan unsur hara oleh tanaman.

#Mengapa teknologi ini disebut ramah lingkungan?

Kandungan yang terdapat dalam Golden Harvest ini adalah dari unsur hayati (mahluk hidup) yang aman bagi pemakainya, kemudian terdapat mikroba yang mampu untuk menguraikan pestisida dan zat berbahaya lainnya yang jatuh ke tanah.

#Tanaman apa saja yang dapat menggunakan Teknologi Golden Harvest?

Semua tanaman dapat menggunakan Teknologi Golden Harvest, misalnya tanaman Pangan, tanaman Hortikultura, tanaman Perkebunan maupun tanaman Hias. Hanya saja dosis yang digunakan berbeda.

# Apakah setelah menggunakan Pupuk Hayati Golden Harvest ini pupuk kimia atau kandang tidak perlu diberikan?

Lahan pertanian yang ideal harus memenuhi syarat kesetimbangan, yaitu unsur fisik (bajak/cangkul), kimia (pupuk kimia maupun kandang) dan biologi (mikroorganisme). Jadi lahan pertanian tetap harus diberikan Pupuk (kimia atau kandang), tetapi penggunaanya dikurangi sampai dengan 50% dari biasanya (pertanian konvensional, tanpa Golden Harvest).

Bisakah penggunaan Golden Harvest ini di campur dengan pupuk kimia atau dengan pestisida?

Tidak boleh! Penggunaan Golden Harvest tidak boleh dicampur dengan pupuk kimia maupun pestisida, hal ini dikarenakan kandungan yang terdapat dalam Golden Harvest merupakan mahluk hidup, apabila penggunaannya disatukan dengan unsur-unsur kimia menyebabkan mikroorganisme tersebut tidak akan bekerja secara optimal.

# Berapa hari masa tenggang penggunaan Golden Harvest ini dengan penggunaan pupuk kimia?

3 sampai dengan 5 Hari, boleh Golden Harvest dulu atau pupuk kimia dulu.

#Bagaimana cara penggunaan Teknologi Golden Harvest ini?

Caranya sangat mudah, cukup disemprotkan pada tanah disekitar tanaman dengan dosis 100ml untuk satu tanki sprayer ukuran 15 liter, atau dengan cara disiramkan pada tanaman dengan dosis 10ml Golden Harvest untuk 2 liter air.

# Apa yang terjadi apabila dosis yang diberikan pada tanaman kelebihan?

Tidak masalah, apabila dosis yang diberikan terlalu banyak tidak akan membuat tanaman itu mati, malahan tanaman semakin subur.

# Apakah teknologi Golden Harvest Perikanan dapat diterapkan pada budidaya lobster air tawar, belut/sidat dan lele?

YA!, Teknologi ini tidak saja untuk budidaya tambak air payau tetapi dapat juga untuk air tawar, hanya saja bagian dasar kolam harus berupa tanah/lumpur.

BACA JUGA TERKAIT DENGAN BAGAIMANA PELUANG REPEAT ORDERNYA?

Comments (35) »

Pupuk Kompos VS Tiens Golden Harvest

…………….. setelah langkanya pupuk bersubsidi yang kerap kali diselewengkan – dampak dari diperdagangkan secara bebas sarana pertanian di era reformasi, keberadaan pupuk organi menjadi “obat penawar” ditengah carut marutnya pendistribusian pupuk. Pasalnya untuk menyiapkan pupuk kompos atau kandang, tidaklah sederhana dan semudah yang dibayangkan, termasuk biayanya.

Bahkan kalau dihitung – hitung, tidak ekonomis. Maklumlah untuk pengadaan pupuk kompos, tidak kecil. Bukan sekedar satu kantong plastic, ataupun satu sak semen (50 kg). Melainkan dalam kapasitas besar. Ambil contoh, untuk satu hektar saja, membutuhkan 7 ton pupuk maupun kandang. “Persoalannya, kemana mencari 7 ton pupuk kompos itu?” berapa ongkos angkutnya…?

Tabel 1 : Perbadingan Hasil Panen

Tiens Golden Harvest, bisa menjadi solusi dan lebih ekonomis, Alasannya, satu hektar sawah itu hanya membutuhkan 6 liter pupuk cair Tiens Golden Harvest. “Jadi, satu liter Golden Harvest itu, kemampuannya lebih dari 1 ton kompos”. Alhasil, dibandingkan pupuk kompos, maka Tiens Golden Harvest, jauh lebih ekonomis. Itu baru hanya dari segi hitung – hitungan kocek. Belum lagi dari cara kerjanya, dimana Tiens Golden Harvest mempunyai sisi plus.

Pupuk kompos, ketika diberikan kesawah, bukan berarti komposnya dimakan oleh akar tanaman. Tapi, dengan harapan, kompos itu mendatangkan bakteri. Nah bakteri itulah yang bekerja mengelola kompos jadi makanan untuk tanaman. Lagi pula, berapa banyak bakteri yang dating, itu tidak bisa dihitung dengan matematika. Ketimbang harusseperti itu, makan jalan pintas pun dilakukan : mendatangkan bakteri yang siap bekerja, sehingga tidak menunggu datangnya kompos. “Itulah yang dilakukan Tiens Golden Harvest, medatangkan bakteri yang siap bekerja”.

Table 2 : Perbandingan Biaya (Cost)

Luar biasanya, Tiens Golden Harvest ini, bukanlah produk impor. Melainkan hasil pengembangan penelitian anak bangksa, Dr. Lukman Gunarto A.P.U seorang peneliti senior yang pernah lama bekerja sebagai peneliti Internasional Rice Reseach Institute di Philipina dan juga peneliti di Jepang.

Riset teknologi ini dimulai 23 tahun lalu, tepatnya 1985. Setelah melalui berbagai uji potensi microba unggul, akhirnya 1996, terpilih microba unggul yang dikemas dalam teknologi Agricultural Growth Promoting Inoculant (AGPI). Setahun kemudian, 1997, dilakukan uji coba terhadap teknologi tersebut. “Karena hasilnya menggembiarakan maka 1998 pupuk ini diperdagangkan secara komersil lewat SMS Indoputra”, Juni2008 lalu, pupuk ini resmi dipasarkan lewat Network Marketing, khususnya Tianshi, dengan nama Tiens Golden Harvest.

Comments (11) »

Sejarah dan Uji Coba

Sejak diluncurkan, Tiens Golden Harvest membetot perhatian. Maklum, selain murah, teknologi ini mampu meningkatkan produksi.

Bagi petani, Tiens Golden Harvest, mungkin tak ubahnya sebuah aspirin. Sebab, pupuk cair produksi dalam negeri ini, bias menjadi solusi persoalan yang selama ini melilit mereka. Sebut saja, dalam soal meningkatkan produksi pertanian, tak perlu repot memperluas lahan tanaman, karena akan menambah beban biaya tanam saja. Bahkan, mereka juga tak perlu pusing memikirkan teknologi, tak perlu khawatir tanahnya tandus dan gersang. Sebab, selain ramah lingkungan, Tiens Golden Harvest telah teruji dilapangan.

Buktinya sejak diluncurkan 1998 lalu – diproduksi PT. SMS Indoputra, penggunaan pupuk ini merambah petani dipelbagai daerah, dari mulai Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Hasilnya penggunaan pupuk ini mampu meningkatkan produksi rata-rata 30%. Bahkan lewat pupuk ini pula, biaya tanam menjadi lebih murah, jika dibandingkan dengan pupuk kimia.

Contohnya, bila petani menggunakan pupuk Urea sebanyak 300 kg, maka kocek yang harus dikeluarkan (harga per kg Rp. 1.600,-) sebesar Rp. 480.000,-. Tapi, dengan teknologi Tiens Golden Harvest, pupuk urea berkurang, hanya 125kg. Dengan begitu, biaya tanamnya lebih murah, mejadi Rp.200.000,-

Tak heran, pupuk yang ditemukan oleh Dr. Lukman Guranto, A.P.U ini, mampu menghantarkan H. Nursalam, petani tambak udang dari Jawa Tengah, memperoleh penghargaan tertinggi dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono dibidang teknik budidaya tambak tradisionil, dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.

Setelah sang Presiden RI, dua tahun kemudian, Maret 2006, sejumlah Menteri, seperti Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Negera BUMN Sugiharto, Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita, Ketua Dekopin Adi Sasono, para bupati dan beberapa Gubernur, terjun kesawah untuk menyaksikan panen raya di Subang, Jawa Barat. Panen tersebut, berkat penggunaan pupuk Tiens Golden Harvest tersebut oleh petani setempat.

Selain dari Presiden, penghargaan ramah lingkungan juga diberikan oleh Citi Group, Columbia University, Yayasan Lingkungan Bina Usaha. Bahkan, Jaya Suprana lewat Musium Rekor Indonesia (MURI), memberikan rekor singkong terbesar yang dihasilkan pupuk Tiens Golden Harvest. Dan, Juni2008 lalu, pupuk ini resmi dipasarkan lewat Network Marketing, khususnya Tianshi, dengan nama Tiens Golden Harvest.

Rekomendasi :

Baca Sejarah Penemuan Tiens Golden Harvest

Comments (5) »