Posts tagged Pupuk

Perkuat Bisnis Dengan TGH

Di Penghujung 2008 Kantor Cabang Tiens Jawa Barat mengadakan Training pupuk Tiens Golden Harvest (TGH) di dua kota, Cirebon (27/12) dan Kuningan (28/12). Pembicara Bpk. Henry, Trainer Asia Pasifik, yang terkenal handal memberikan Training. Di Cirebon acara berlangsung di Hotel Jamrud dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang. Dikuningan, Antusiasme peserta mengikuti training tak kalah dari Cirebon. Ini menunjukkan secara perlahan TGH mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Karena itu jangan tunda lagi, mari dayagunakan TGH sebagai bisnis baru atau memperkuat bisnis Anda ke Depan.

Di awal tahun, informasi tentang pupuk TGH terus dilanjutkan ke Jawa Timur sekitar tanggal 13-17 Januari 2009. Dengan berturut – turut di 5 kota, berikut ini cuplikan beritanya.


Tidak mau kalah dengan cabang Palangka Raya, juga di Muara teweh dihadiri dari 200 orang lebih.

Antusias masyarakat, untuk mengetahui aplikasi tentang Tiens Golden Harvest sangat tinggi, karena mereka ingin mendapatkan 2 keuntungan secara bersamaan yaitu Peningkatan hasil tanaman dan Keuntungan Bisnis yang mereka dapatkan setelah menjadi User / Distributor Tiens Golden Harvest (baca untuk menjadi Distributor).

Sekarang juga sudah bisa mendaftar secara Online

Leave a comment »

Aplikasi Tiens Goldeh Harvest

Aplikasi pupuk Tiens Golden Harvest (TGH) sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah di Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Lahan yang diuji coba adalah lahan milik Bapak Anto binaan dari Bpk Jamal Jarammang Distributor Sulawesi. Lahan ini terletak di Bunu Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.

Sebelum menggunakan TGH Bapak Anto memerlukan bibit sebanyak 500 kg untuk kurang lebih ½ hektar lahan dan biaya yang harus disiapkan sebanyak kurang lebih 30 juta. Biaya sebesar ini termasuk dengan pembibitan, pemeliharaan, dan biaya panen.
Pupuk kimia yang digunakan adalah :
– Urea : 6 Zak
– KCl : 2 Zak
– Ponska : 2 Zak
– Pupuk TSP : 3 Zak

Hasil panen yang diperoleh dengan biaya sebesar Rp. 30 juta adalah 3,3 ton. Kemudian bapak Anto diperkenalkan dengan TGH. Bersamaan dengan penggunaan TGH sebanyak 3 liter pupuk kimia yang digunakan adalah :
– Urea : 1 Zak
– KCl : 1 Zak
– Ponska : 1 Zak
– Pupuk TSP : 2 Zak

Pada saat tanaman bawang merah berusia 40 hari hadir Drs. Banna PS. Beliau adalah Ketua Harian Tani Indonesia untuk wilayah Kabupaten Enrekang. Drs. Banna PS ikut menyaksikan pertumbuhan tanaman bawang merah yang luar biasa.

Biaya yang dibutuhkan dari pembibitan sampai dengan panen jauh berkurang. Sekarang ini biayanya adalah 12 juta dengan hasil panen yang meningkat hingga lebih dari 5 ton sekali musim.

Bapak Anton masih memiliki kurang lebih ½ hektar lahan lagi yang sudah lama tidak digunakan. Kondisi lahan ini sangat keras karena adanya penumpukan residu dari pupuk kimia. Beberapa kali Bapak Anto mencoba untuk menanaminya dengan tanaman bawang merah dan jagung namun tanaman ini tidak dapat tumbuh apalagi menghasilkan. Kemudian bapak Anto mengolah kembali lahan ini dan mengaplikasikan 5 liter TGH. Bersamaan dengan TGH Bapak Anto memerlukan :
– Bibit bawang merah : 600kg
– Urea : 4 zak
– Ponska : 1 zak
– KCl : 25 kg
– Pupuk Bambu Ijo : 1 zak
– TSP : 3 Zak

Biaya yang diperlukan mulai dari persiapan lahan, penanaman, bibit dan obat – obatan hanya berkisar 13 juta. Tepat pada tanggal 7 Januari 2009 diadakan panen raya. Bapak Anto tidak menyangka lahan yang awalnya tidak bisa dimanfaatkan sekarang justru menghasilkan. Bahkan hasilnya panennya mencapai 4 ton 2 kwintal.

Hasil Panen Kacang Panjang dan Bayam Cabut saya meningkat

Demikianlah ungkapan senang sekaligus bangga dari Bapak Sumar. Beliau adalah seorang petani sayuran yang berasal dari Kecamatan Muara Taweh kabupaten Barito Utara Propinsi Kalimantan Tengah.

Lahan bapak Sumar terletak di KM 4,5 jalah arah Puruk Cahu. Luas lahannya kurang lebih ¼ hektar. Lahan selebar ini digunakan untuk menanam 2 macam sayuran yaitu kacang panjang dan bayam cabut. Setelah panen Bapak Sumar akan menjual hasilnya kepada pedagang sayur yang memang pedagang sayur yang menampung sayur dari petani – petani di sekitar Muara Taweh.

Setiap 10 hari sekali Bapak Sumar memupuk tanaman sayurannya dengan pupuk urea dan phospat. Untuk keseluruhan lahan beliau menggunakan sekitar 10kg urea dan phospat sekali tabor. Artinya untuk sekali musim tanam beliau membutuhkan sekitar 30kg pupuk. Hasil panen yang diperoleh untuk tanaman kacang panjang 2-3 kg sekali musim tanam. Sedangkan untuk tanaman bayam cabut hasil panennya dihargai Rp. 500 / ikat. Sayangnya untuk sekali musim tanam Bapak Sumar hanya mampu panen sekali. Masalah berikutnya muncul ketika tanah beliau dari waktu – kewaktu menjadi keras. Pada hal topografi di Muara Teweh berbukit – bukit sehingga semakin menyulitkan untuk mengolah lahan. Beliau kemudian diperkenalkan dengan Tiens Golden Harvest (TGH) oleh Distributor Tiens. Kemudian beliau mencoba untuk tanaman sayur miliknya. TGH di encerkan dalam air dan disemprotkan ke tanaman pada sore hari tiap 10 hari sekali.

Comments (4) »

Alat bantu penggunaan TGH

Seirinng dengan banyaknya pertanyaan dan permintaan penjelasan tentang Golden Harvest, saat ini telah tersedia buku – buku distokis untuk panduan teknis tentang penggunaan Golden Harvest. Seiring dengan perjalanannya juga kami telah meng update beberapa testimonial.

  • Bagaimana cara penggunaan pupuk Golden Harvest?
  • Bagaimana hasil golden harvest?
  • Bagaimana prospektif bisnis pupuk GOlden harvest?
  • Bagaimana dengan pupuk kimia setelah menggunakan Golden Harvest?
  • Bagaima penggunaan untuk padi, sawit, kopi dlll?

Bagi yang berminat untuk memesan pupuk TGH segera hubungi kami di email : ericserianto@gmail.com atau sms : 0819-3370-3356

Kami berusaha terus memberikan informasi terbaru untuk para distributor Pupuk Golden Harvest, seiring dengan perkembangan penggunaan pupuk TGH dilapangan.

Dapatkan informasi terbaru dan 12 Alasan Pertanian & Perkebunan memilih Tiens Golden Harvest lengkap dengan tabel perbandingan biaya pertanian pada saat menggunakan pupuk kimia dan Golden Harvest.

Comments (20) »

Bibit jagung hibryda dan pupuk organic

Dwihartanto-Laiskodat Bantu Petani di Flotim

LARANTUKA, PK –– Menyambut musim tanam 2008/2009, Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro, Yacobus Dwihartanto dan Direktur Yayasan Victory, Victor Bungtilu Laiskodat, S.H membantu kelompok tani di Kabupaten Flores Timur (Flotim) dengan membagikan bibit jagung hibryda dan pupuk organic Tens Golden Harvest kepada para kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Flotim.

Tujuan pembagian bibit jagung hibryda dan pupuk Tiens Golden Harvest kepada para poktan itu untuk meningkatkan ketahanan pangan dan produktifitas petani di Flotim. Pembagian bantuan itu dilakukan secara simbolis di aula pelatihan milik Frateran Bunda Hati Kudus (BHK) Emaus di Kelurahan Weri-Larantuka, Minggu (23/11/2008) petang.

Baca Selengkapnya

Leave a comment »

Kekuatan Jaringan (Networking)

Banyak orang bertanya “Mengapa Pupuk Tiens Golden Harvest” penjualannya harus menggunakan jaringan?

Jawabannya adalah karena dengan jaringan bisa “DUPLIKASI seperti “FINANCIAL FREEDOM ala Tukang Becak vs Howard Schultz (Starbucks)

THINK OUT OF THE BOX !

Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Berapa besar space yang ada “di dalam box” tsb ? Relatif.
Berapa besar space yang ada “di luar box” tsb.? WOW! No Limit.

Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia entrepreneurship (ttg modal
usaha, skill, keberanian untuk memulai usaha, dst,dst).
Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan bisnis
setiap hari setelah 10 tahun berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi
seorang

TUKANG BECAK tamatan SD yang sudah mencapai “financial freedom” setelah
bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dgn “passive income” Rp.9
juta/bulan!!!

Becak ke-1 :
Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp.30,000/hari.
Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp.30,000/hari.
Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya  Rp.12 juta/unit.

Becak Ke-2 :
Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari.
Sementara ia tetap menarik becak pertamanya.
Sekarang ia bisa menabung Rp 60,000/hari.
Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.

Becak Ke-3 :
Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 90,000/hari.
Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.

Becak Ke-4 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.120,000/hari.
Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-5 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 150,000/hari.
Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-6 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 180,000/hari.
Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-7 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 210,000/hari.
Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-8 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 240,000/hari.
Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-9 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 270,000/hari.
Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.

Becak Ke-10 :
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 300,000/hari.
Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.

Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak.
Ia sewakan becak pertamanya ke orang lain.
Ia lalu menggaji seorang “mandor” untuk mengurusi ke-10 becak- nya.
Ia PENSIUN.
Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor).
Jika ditotal semua usahanya tersebut hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.

===================

Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis.
Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya.
Ini LOGIS, dan bisa terjadi.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu?
Mungkin 1 banding 10 juta.
Tetapi ADA.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah?
Buanyyaaakkk…. sekali.

=====================

Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari.
Kontras sekali bukan ?

=====================

THINK OUT OF THE BOX.

Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Kunci kesuksesannya terletak pada “duplikasi”.
Ini rahasianya : “Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tsb.”
Contoh : Ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan asset tsb, dst.

KUNCI UTAMA LAINNYA adalah :
Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untuk menghasilkan uang, lakukan terus berulang2, setelah penghasilannya sudah cukup besar, barulah hidup bersenang2.

=====================

Mari berhitung matematika.
Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini, mana yang Anda pilih?

1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/ bulan Rp.100 juta.
2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama Cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan.

Pilih mana ????

Jawabannya :

Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp.2,4 Milyar

Option II :
Bulan ke-1 : Rp.   1000
2.            2000
3.            4000
4.            8000
5.         16,000
6.         32,000
7.         64,000
8.       128,000
9.       256,000
10.       512,000
11.    1,024,000
12.            2 juta
13.            4 juta
14.            8 juta
15.          16 juta
16.          32 juta
17.          64 juta
18.        128 juta
19.        256 juta
20.        512 juta
21.        1 milyar
22.        2 milyar
23.        4 milyar
24.        8 milyar

Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR!!!

Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Eintein seperti rumus kekuatan bom atom spt “E=MC2”, dst.
Tetapi tidak diajarkan bahwa “kekuatan duplikasi” juga dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan “Kekuatan duplikasi adalah keajaiban dunia ke delapan.”

=======================

FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks)

Bayangkan seorang pengusaha jenius sekaliber Schultz (ia baru dijuluki pengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang).

Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-experience) berharga luar biasa mahal.
Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC.
Ia pandai pula memanfaatkan media sebagai “public relation” untuk mempromosikan Starbucks.
Ia pandai pula membangun partnership dgn perusahaan global seperti Pepsi, dst.

Hasilnya LUAR BIASA.
Dengan kekuatan “KONSEP DUPLIKASI“, kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di tahun 2006, tersebar di seluruh dunia.
Dan terus berlipat GANDA setiap tahun sampai sekarang…. .

Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN.
Di tahun 2000, ia menggaji seorang “mandor” utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia.
Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren “CEO” bernama Orin C. Smith.

Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai “financial freedom”.
Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas dunia.
Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai “financial freedom” walaupun hanya di kelas regional saja.

==================

Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1 secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak (SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas).
Mari kita ambil hikmahnya.
Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5 tahun mendatang.

Bila Anda bermurah hati, artikel ini bisa dikutip untuk di sharing ke berbagai pihak, teman2 Anda, rekan2 kerja, famili2, ataupun disharing pada milis2 lainnya.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Semoga kisah Starbucks2 lain bermunculan di bumi Indonesia dalam 5 tahun mendatang. Pastikan anda menjadi salah satu Distributor yang bisa melakukan duplikasi yang sama seperti mereka. Kesempatan terbuka lebar buat kita semua.

Comments (3) »

Pupuk Kompos VS Tiens Golden Harvest

…………….. setelah langkanya pupuk bersubsidi yang kerap kali diselewengkan – dampak dari diperdagangkan secara bebas sarana pertanian di era reformasi, keberadaan pupuk organi menjadi “obat penawar” ditengah carut marutnya pendistribusian pupuk. Pasalnya untuk menyiapkan pupuk kompos atau kandang, tidaklah sederhana dan semudah yang dibayangkan, termasuk biayanya.

Bahkan kalau dihitung – hitung, tidak ekonomis. Maklumlah untuk pengadaan pupuk kompos, tidak kecil. Bukan sekedar satu kantong plastic, ataupun satu sak semen (50 kg). Melainkan dalam kapasitas besar. Ambil contoh, untuk satu hektar saja, membutuhkan 7 ton pupuk maupun kandang. “Persoalannya, kemana mencari 7 ton pupuk kompos itu?” berapa ongkos angkutnya…?

Tabel 1 : Perbadingan Hasil Panen

Tiens Golden Harvest, bisa menjadi solusi dan lebih ekonomis, Alasannya, satu hektar sawah itu hanya membutuhkan 6 liter pupuk cair Tiens Golden Harvest. “Jadi, satu liter Golden Harvest itu, kemampuannya lebih dari 1 ton kompos”. Alhasil, dibandingkan pupuk kompos, maka Tiens Golden Harvest, jauh lebih ekonomis. Itu baru hanya dari segi hitung – hitungan kocek. Belum lagi dari cara kerjanya, dimana Tiens Golden Harvest mempunyai sisi plus.

Pupuk kompos, ketika diberikan kesawah, bukan berarti komposnya dimakan oleh akar tanaman. Tapi, dengan harapan, kompos itu mendatangkan bakteri. Nah bakteri itulah yang bekerja mengelola kompos jadi makanan untuk tanaman. Lagi pula, berapa banyak bakteri yang dating, itu tidak bisa dihitung dengan matematika. Ketimbang harusseperti itu, makan jalan pintas pun dilakukan : mendatangkan bakteri yang siap bekerja, sehingga tidak menunggu datangnya kompos. “Itulah yang dilakukan Tiens Golden Harvest, medatangkan bakteri yang siap bekerja”.

Table 2 : Perbandingan Biaya (Cost)

Luar biasanya, Tiens Golden Harvest ini, bukanlah produk impor. Melainkan hasil pengembangan penelitian anak bangksa, Dr. Lukman Gunarto A.P.U seorang peneliti senior yang pernah lama bekerja sebagai peneliti Internasional Rice Reseach Institute di Philipina dan juga peneliti di Jepang.

Riset teknologi ini dimulai 23 tahun lalu, tepatnya 1985. Setelah melalui berbagai uji potensi microba unggul, akhirnya 1996, terpilih microba unggul yang dikemas dalam teknologi Agricultural Growth Promoting Inoculant (AGPI). Setahun kemudian, 1997, dilakukan uji coba terhadap teknologi tersebut. “Karena hasilnya menggembiarakan maka 1998 pupuk ini diperdagangkan secara komersil lewat SMS Indoputra”, Juni2008 lalu, pupuk ini resmi dipasarkan lewat Network Marketing, khususnya Tianshi, dengan nama Tiens Golden Harvest.

Comments (11) »

Sejarah dan Uji Coba

Sejak diluncurkan, Tiens Golden Harvest membetot perhatian. Maklum, selain murah, teknologi ini mampu meningkatkan produksi.

Bagi petani, Tiens Golden Harvest, mungkin tak ubahnya sebuah aspirin. Sebab, pupuk cair produksi dalam negeri ini, bias menjadi solusi persoalan yang selama ini melilit mereka. Sebut saja, dalam soal meningkatkan produksi pertanian, tak perlu repot memperluas lahan tanaman, karena akan menambah beban biaya tanam saja. Bahkan, mereka juga tak perlu pusing memikirkan teknologi, tak perlu khawatir tanahnya tandus dan gersang. Sebab, selain ramah lingkungan, Tiens Golden Harvest telah teruji dilapangan.

Buktinya sejak diluncurkan 1998 lalu – diproduksi PT. SMS Indoputra, penggunaan pupuk ini merambah petani dipelbagai daerah, dari mulai Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Hasilnya penggunaan pupuk ini mampu meningkatkan produksi rata-rata 30%. Bahkan lewat pupuk ini pula, biaya tanam menjadi lebih murah, jika dibandingkan dengan pupuk kimia.

Contohnya, bila petani menggunakan pupuk Urea sebanyak 300 kg, maka kocek yang harus dikeluarkan (harga per kg Rp. 1.600,-) sebesar Rp. 480.000,-. Tapi, dengan teknologi Tiens Golden Harvest, pupuk urea berkurang, hanya 125kg. Dengan begitu, biaya tanamnya lebih murah, mejadi Rp.200.000,-

Tak heran, pupuk yang ditemukan oleh Dr. Lukman Guranto, A.P.U ini, mampu menghantarkan H. Nursalam, petani tambak udang dari Jawa Tengah, memperoleh penghargaan tertinggi dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono dibidang teknik budidaya tambak tradisionil, dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.

Setelah sang Presiden RI, dua tahun kemudian, Maret 2006, sejumlah Menteri, seperti Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Negera BUMN Sugiharto, Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita, Ketua Dekopin Adi Sasono, para bupati dan beberapa Gubernur, terjun kesawah untuk menyaksikan panen raya di Subang, Jawa Barat. Panen tersebut, berkat penggunaan pupuk Tiens Golden Harvest tersebut oleh petani setempat.

Selain dari Presiden, penghargaan ramah lingkungan juga diberikan oleh Citi Group, Columbia University, Yayasan Lingkungan Bina Usaha. Bahkan, Jaya Suprana lewat Musium Rekor Indonesia (MURI), memberikan rekor singkong terbesar yang dihasilkan pupuk Tiens Golden Harvest. Dan, Juni2008 lalu, pupuk ini resmi dipasarkan lewat Network Marketing, khususnya Tianshi, dengan nama Tiens Golden Harvest.

Rekomendasi :

Baca Sejarah Penemuan Tiens Golden Harvest

Comments (5) »